I
would say that around mid 2016 and until now is probably the most productive
time I’ve ever had in my entire life.
Pada periode ini, saya diberi kepercayaan
oleh teman-teman saya sebagai pengurus inti di UKM dan salah satu staf pengurus
inti organisasi legislatif di kampus saya. Saya sebenarnya tidak pernah
menyangka that I was capable to do it and
I’m sure that I still have so much to learn. I am far from perfect.
Saya ingat siang itu, teman saya – sekarang
dia menjabat sebagai ketua UKM saya, berkata bahwa dia ingin membicarakan satu
atau dua hal dengan saya. Saya dan ke-pede-an saya mengira bahwa saya akan
ditawari salah satu posisi dalam pengurus inti dan ya ternyata benar saja.
Awalnya saya menolak karena saya merasa bahwa saya tidak memiliki pengalaman
apapun dalam bidang tersebut.
Namun, ia tetap saja bersikukuh berkata,”Nah, ya
makanya gunain kesempatan ini buat belajar, Nov. Nanti aku sama temen-temen
yang lain juga saling bantu.” Tetap saya pun tidak percaya bahwa saya mampu untuk
mengemban tanggung jawab itu.
“Ya kamu tahu sendiri kan makrab tahun
kemarin seperti apa. Aku gak datang pas hari H, padahal aku koorbid acaranya.”
Ya, saya sempat pula diberi kepercayaan sebagai koordinator bidang acara makrab
UKM yang saya ikuti pada periode sebelumnya and
I messed up pretty bad. I am very embarrassed of myself.
“Kata aku mah, Nov. Itu udah termasuk
keren, sih. Jadi koorbid acara tuh ngga gampang. Makrabnya tetep ada, kan?” but I knew, it was the worst.
“Ngga tau atuh. Gimana yah, aku ngga yakin aku bisa. Emang ngga ada orang lain gitu?”
“Ya, aku percaya kamu bisa, Nov.
Teman-teman yang lain juga percaya kalau kamu bisa.” And that was it. I said yes.
I
never thought that people could belive in myself. I always see myself as
someone that has lack of potential. I am the person that always got so much in
their head but ends up saying nothing at all. Tapi,
dengan kesempatan yang diberikan ini jujur saya belajar banyak.
Saya belajar mengungkapkan pendapat. Saya baru merasa bahwa satu pendapat pun akan memengaruhi keputusan
yang nantinya akan diambil. Pun baru merasakan bahwa ketika pendapat saya
didengar dan dapat diterima oleh teman-teman yang lain pun terasa menyenangkan.
Bertukar pikiran, mengetahui pola pikir dan ide-ide mereka yang terkadang
membuat saya takjub.
Saya belajar berkomunikasi dengan orang
lain. I
always love to talk to someone but afraid to start it. Di kedua organisasi itu saya dipaksa untuk dapat berkomunikasi
dengan rekan bekerja saya. Saya harus bisa menempatkan diri saya ke dalam
situasi tertentu.
Saya
pun harus belajar untuk dapat mengontrol emosi saya.
Saya belajar menjadi orang yang
professional, membedakan mana yang rekan bekerja dan teman sepermainan.
Saya belajar bagaimana mengatur waktu,
prioritas, dan yang pasti keuangan.
Dengan diterbitkannya tulisan ini ke blog saya, sudah lebih dari setengah
tahun kepengurusan telah berlalu. I still
got so much to learn but I’m proud that I get the chance to work with y’all :)