Apr 28, 2017

Chance

I would say that around mid 2016 and until now is probably the most productive time I’ve ever had in my entire life.

Pada periode ini, saya diberi kepercayaan oleh teman-teman saya sebagai pengurus inti di UKM dan salah satu staf pengurus inti organisasi legislatif di kampus saya. Saya sebenarnya tidak pernah menyangka that I was capable to do it and I’m sure that I still have so much to learn. I am far from perfect.

Saya ingat siang itu, teman saya – sekarang dia menjabat sebagai ketua UKM saya, berkata bahwa dia ingin membicarakan satu atau dua hal dengan saya. Saya dan ke-pede-an saya mengira bahwa saya akan ditawari salah satu posisi dalam pengurus inti dan ya ternyata benar saja. Awalnya saya menolak karena saya merasa bahwa saya tidak memiliki pengalaman apapun dalam bidang tersebut. 

Namun, ia tetap saja bersikukuh berkata,”Nah, ya makanya gunain kesempatan ini buat belajar, Nov. Nanti aku sama temen-temen yang lain juga saling bantu.” Tetap saya pun tidak percaya bahwa saya mampu untuk mengemban tanggung jawab itu.

“Ya kamu tahu sendiri kan makrab tahun kemarin seperti apa. Aku gak datang pas hari H, padahal aku koorbid acaranya.” Ya, saya sempat pula diberi kepercayaan sebagai koordinator bidang acara makrab UKM yang saya ikuti pada periode sebelumnya and I messed up pretty bad. I am very embarrassed of myself.

“Kata aku mah, Nov. Itu udah termasuk keren, sih. Jadi koorbid acara tuh ngga gampang. Makrabnya tetep ada, kan?” but I knew, it was the worst.

“Ngga tau atuh. Gimana yah, aku ngga yakin aku bisa. Emang ngga ada orang lain gitu?”

“Ya, aku percaya kamu bisa, Nov. Teman-teman yang lain juga percaya kalau kamu bisa.” And that was it. I said yes.

I never thought that people could belive in myself. I always see myself as someone that has lack of potential. I am the person that always got so much in their head but ends up saying nothing at all. Tapi, dengan kesempatan yang diberikan ini jujur saya belajar banyak.

Saya belajar mengungkapkan pendapat. Saya baru merasa bahwa satu pendapat pun akan memengaruhi keputusan yang nantinya akan diambil. Pun baru merasakan bahwa ketika pendapat saya didengar dan dapat diterima oleh teman-teman yang lain pun terasa menyenangkan. Bertukar pikiran, mengetahui pola pikir dan ide-ide mereka yang terkadang membuat saya takjub.

Saya belajar berkomunikasi dengan orang lain. I always love to talk to someone but afraid to start it. Di kedua organisasi itu saya dipaksa untuk dapat berkomunikasi dengan rekan bekerja saya. Saya harus bisa menempatkan diri saya ke dalam situasi tertentu.

Saya pun harus belajar untuk dapat mengontrol emosi saya.

Saya belajar menjadi orang yang professional, membedakan mana yang rekan bekerja dan teman sepermainan.

Saya belajar bagaimana mengatur waktu, prioritas, dan yang pasti keuangan.


Dengan diterbitkannya tulisan ini ke blog saya, sudah lebih dari setengah tahun kepengurusan telah berlalu. I still got so much to learn but I’m proud that I get the chance to work with y’all :)

Apr 1, 2017

Expect


ex•pect /ik’spekt (v)
                regard (something) as likely to happen.

Hai! Apa kabar?

It has been a year since my last post. Sedikit update aja ya tentang kehidupan saya yang gak terlalu penting-penting banget. Saya sedang menjalani kuliah di Politeknik STTT Bandung, jurusan Teknik Tekstil dan sudah masuk semester 6 and try to keep struggling. For the family update, beberapa bulan yang lalu Mama mengalami struk ringan dan ada gangguan pada jantungnya. My dad, he is doing great. My love life update? Hahaha, please, I’ve been single for like almost a year and a half but that’s what I’m about to tell you.

Mengapa terpikir untuk menulis lagi di blog? Entah, saya merasa saya butuh untuk menuliskannya jadi ya. Mohon dimengerti saja ok.

Okay so, what is expect actually? I google that and got an answer then I quite agree with the result.
                                                  
These past two years, I keep getting problem with my height of expectations. Di sini dalam konteks asmara ya. Ever since my last relationship I keep asking myself,”what do you actually see, want, need in a man you’re going to love?”. Well, I’d like to see my man is so compassionate loving me and I expected him to be. And when he did, I broke up with him just because sometimes that he was limiting myself, he became overprotective. Why he did that though? He said because he loved me. I’d like to see my man pursue his dream. And when he did, I broke up with him just because he became so busy and didn’t have a chance to just ask how my day was.

None of them are their mistakes. The problem is me yeah probably I was just selfish.

Setelah putus sekitar satu tahun yang lalu, saya tetap mencoba mencari sampai-sampai mengunduh salah satu dating apps yang notabenenya dikenal sebagai wadah untuk orang-orang yang hanya ingin melakukan hook ups or that one night stand stuffs. I matched with a lot of guys (not something that I should be proud of *sigh), but a few really catches my attention and there is this one guy that still keep in touch with me until today after the day we met. But yeah, begitulah kalau berharap dengan manusia. Kecewa ujung-ujungnya. Harusnya juga saya tidak semestinya menaruh harapan dan menggantungkan kebahagian di tangan orang lain. Saya seharusnya belajar bahwa kebahagiaan itu dapat dating darimana saja, salah satunya adalah the fact that I’m about to come to Movie Screening Spritied Away TOMORROW! Yeay! Atau mungkin kabar bahwa Mama mengalami perkembangan dan tidak mudah sesak napas pun sebenarnya sudah membuat saya senang.

The way to be happy is to be grateful for what you have. Because when you do, you don’t even have to expect what might come or happen to your life. You just have to do your best at the moment and also don’t forget to pray and the rest is just be grateful.

Please, forgive me if I take your time by reading this nirfaedah post. I just need to write.
And thank you I appreciate it ;)


Night, xx.


Feb 13, 2016

Wondering

I thought I was over you.
Since he is gone, I have no idea why your name stuck in my head.
I thought I only miss you but a few days ago I dreamt about you. You called my number and ask about how I was doing in my dream.
It is sad that it is just a dream of mine.
It is sad that I thought I would be okay without you. It seems like I'm not but I tried to be.
Now I wonder if you miss me too.

Mar 17, 2015

It's sometimes.

Sometimes I wish I could turn back the time.
Sometimes I wish I could read your mind.
Sometimes I wish I could hold you tight for one last time.
Sometimes I wish I wasn't a coward.
Sometimes I wish I had enough courage to tell you how I really feel.
Sometimes I wish I wasn't so dumb.
Sometimes I wish I wasn't so selfish.
Sometimes I wish I could meet you, and talk to you like nothing happened between us.
Sometimes I wish I was a nice girl.
Sometimes I wish I was good enough for you.
Sometimes I wish I did not let you go.
Sometimes I wish I could have you forever. But forever doesn't exist unless it is a fairytale.

May 23, 2014

12th grader is over.

Assalamu'alaikum, Gaes!!!
Gila saking hectic-nya kelas 12 gua sampe jarang nge-blog gini. #apeu

Finally, LULUS MEYYNNN!!!
Basi kali yesss kalo nyeritain tentang UN kemaren. Ya lo semua udah pada tau kan gimana gampangnya soal 20 tipe itu.

Kelas 12 itu emang jadi masa yang paling-paling deh.
Paling bakal bikin kangen, iyaa..
Paling greget, iyaa...
Paling banyak pengeluaran, iyaa banget gaiss...
Paling masih banyak lagi deh pokoknya.

Jadi, gua dapet kelas yang cukup aneh, dan apes but they're fun.
Contohnya, waktu itu kita sering banget nonton di kelas (Pffft. Bukan kelas kita doang river yang sering nonton di kelas. #pembelaan) sampe pada akhirnya kita ke-gep ama guru gara-gara kita ketawa sampe ngeganggu kelas sebelah. Kita dimarahin abis-abisan dan bakal dilaporin ke wali kelas kita katanya. And h#$& yeah, kita dilaporin. Tapi, hal itu gak bikin kita jera. Beberapa anak masih kekeuh minta nonton. Kali ini film horror. Setelah 10 menit, *JENG JENG JENG JENG* ada guru yang tiba-tiba masuk. Beliau berkata,"pelajaran siapa kalian? Matikan laptopnya." Filmnya pun dihentikan.
Gua heran banget ama nih kelas. Mereka tetep badung mau nonton itu pilem. Ebuset dah-_-
Sang operator pun kembali mem-play filmnya. Kemudian guru yang barusan menghimbau kita datang, dan beliau marah. Habislah kita. Beliau sampe bawa kesiswaan. Kita dihukum selama 1 minggu. Tapi, yang aneh bin ajaib kita tetep aja seneng. 
"Gapapa, kali-kali jadi anak bandel."
"Selow ajee, dihukum sekelas ini."
"Yaampun kita dihukum masih sempet aja foto-foto" yeah, we did :))
Setelah masa hukuman selesai, pas banget hari itu kita ada jam pelajaran wali kita. Semuanya deg-deg an dan ngerasa gak enak sama beliau karena beliau baik banget sama kita.
Kita berdoa semoga beliau gak bahas soal itu. Tapi, ternyata tidak.
Ada satu kalimat yang wali kelas gua bilang,"yaudah gapapa mungkin kalian lagi apes aja. Ibu tau kok kelas lain juga suka ada yang begitu. Tapi ya kebetulan aja kalian yang kena hukumannya." Begitulah kira-kira. Beliau gak marah sama sekali. Lega. Seneng. Makasih juga karena kita punya wali kelas yang mengerti anak didiknya. We love you, Mak Aryani :")

Kelas gua ini sering banget ngalamin yang namanya adu argumen. Terutama pas mau foto BTS.

Kita sering banget ngelakuin hal yang bisa dibilang gak banyak dilakuin sama anak umur 17 tahun. Main bekel, contohnya, cewek cowok hayuk aja.


Waktu masih awal-awal kelas 12 biasalah ada pemilihan ketua kelas, wakilnya, sekretaris, bendahara, etc, etc, etc. Aslinya kelas gua ini sekretarisnya cowok, lho, gaissss. At the moment, my tablemate and I said,"gak bakal bener nih kelas." Then we laughed.

Anak-anaknya ribay markibay bay. Ribay means ribet. Ribet means yang gampang dibikin sulit.

Temen semeja, dan temen yang duduk di belakang gua yang lucuk nan gokil yang kerjaannya nge-HayDay teros sepanjang hari. Tapi sekarang lagi hits Cookie Run sih. Gak penting juga sih.

Pokoknya ya gitu deh. Time flies really fast. Gak berasa banget tiba-tiba kita udah lulus. Padahal baru kemaren kita kenalan.

Baru kerasa sedihnya sekarang setelah beberapa hari pelepasan. Semua temen gue mencar-mencar. Seneng sekaligus sedih sih sebenernya. Seneng karena udah ada yang diterima di PTN yang diinginkan, dan ada yang udah selangkah lagi menuju cita-cita yang diinginkan. Meskipun ada juga yang masih berjuang untuk mendapatkan cita-cita itu. Sedih karena gue bakal sendirian di Bandung (?) #apeuuu. Sedih lah ya kali lo punya temen 3 tahun yang udah tau busuk-blangsak nya elo terus pisah masa nggak sedihhh?! Sedih karena harus jauh sama mereka. Sedih karena pacar gua jauh. (AHAHAHA LOL NO,  GAK DENG KITA SAMA-SAMA DI BANDUNG) (AND NO, INI GAK DISENGAJA)
Ya tapi kan life must go on ya cin. Semoga kita semua sukses ya guys. Aamiin

Tapi, lewat post kali ini gua cuma pengen bilang terima kasih ke orang-orang yang udah sempet mampir di kehidupan SMA gue. You guys make my life colorful. Kalian bikin hidup gue gak garing, unik, full of drama, and so on.
Thank you for every moment we have had. I'd never forget you all.

Thank you, SMAN5TA26.❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️